KUKENDARAI motor dengan kecepatan tinggi. Pikiranku melayang entah kemana. Bagai angin yang tak henti berhembus. Angin malam bertubi tubi menerpa seluruh tubuhku. Seakan tubuhku terasa ringan. Mungkin tak ada hal penting yang kupikirkan saat ini. Tak ada penyesalan dan harapan. Aku tetap mengikuti jalur ini sampai buntu. Serasa tak tahu kemana arah dan tujuan. Kubiarkan naluri yang membawa tubuhku.
Rintik hujan menari nari di luar jendela.
Dentingan piano tak lagi menyapa.
Senar gitarku kehilangan nadanya.
Disini hanya ada kesepian yang ada.
Entah harus berapa lama berkawan dengannya.