Jumat, 27 Mei 2011

Puisi - RAPUH





Seseorang berkata padaku.
Lelaki itu harus kuat.
Lelaki itu tak boleh lemah.
Lelaki itu pelindung kaum hawa.
Lelaki itu segalanya.

Lalu,
Apa jadinya bila lelaki itu menjadi
Tak berdaya dan rapuh?
Dia gagal.
Gagal mewujudkan semua angannya.
Ia lemah, tak berdaya.
Bila jatuh, ia akan pecah

Bagai porselen
Tampak luarnya terlihat kokoh dan berani
Namun saat terjatuh,
Ia akan rusak berkeping keping.
Hebatnya,
Kepingan itu tak bisa disatukan lagi.
Hal ini terjadi pula pada manusia.
Manusia yang mempunyai fisik yang kokoh,
Namun hatinya rapuh.

Lalu, bagaimana dengan lelaki yang tegar jiwanya?
Seperti air yang mengalir.
Molekulnya mudah sekali dipecahkan.
Mungkin fisiknya tak begitu kuat dan lembek.
Namun jika molekul itu bersatu.
Bersatu dalam suatu bendungan, ia akan tak terkalahkan.
Bahkan bisa mengikis karang dan ombak sekalipun.
Ketika jiwanya tertempa dan tertahan.
Mampu mengalahkan lawan dan zaman.



Bandung, 27.05.11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar