 |
| Tak bisa terpejam |
CERPEN Yudistira
“Tik tok, tik tok, tik tok..”
Bunyi itu mengalun berulang ulang, bertubi tubi tanpa henti, jarum pendeknya tertuju ke angka 2, jarum panjangnya entah ada dimana. Suara itu bergema tiap malam, dari benda bernama jam. Namun jam itu bukan sembarang jam. Benda yang tertempel di dinding itu adalah pemberian dari seseorang yang cukup berpengaruh baginya, Ibu. Tanpanya, ia tak bisa berbaring sepi di kamar ini. Kamarnya terlihat sumpek nan apek. Dindingnya bercat lapuk , bergantung lampu bohlam 12 watt, perabot perabot lama yang entah berapa total harganya.