RIAK ombak mendayu dayu di siang hari nan sendu. Seorang remaja pun berenang menjauh dari tengah kolam ke pinggiran. Rintik gerimis mulai berjatuhan tetes demi tetes. Gemericik air yang jatuh seperti tengah menari nari bertemu dengan beningnya air di kolam renang.
Sabtu, 30 April 2011
Cerpen - CERMIN YANG RETAK
Jumat, 29 April 2011
Cerpen - KALKULUS (Part. 2)
![]() |
| Kalkulus itu Rumit, sama seperti pikiranku |
CERPEN Yudistira
AIR mataku jatuh. Namun hanya satu butir. Bak mutiara yang encer dan bening. Tak seharusnya seseorang lelaki meneteskan air matanya di ruang seperti ini. Aku pun mengusap mataku dengan lengan bajuku. Berharap flashback sesudahnya tak akan muncul kembali. Maki pun memandangku aneh. Seakan ia baru liat alien yang mendadak jatuh dan membuat crop circle dalam 1 detik.
Kamis, 28 April 2011
Cerpen - KALKULUS (Part. 1)
![]() |
| Kalkulus dan Skrizofenia |
CERPEN Yudistira
DENTING jam menunjukan tepat pukul 13.30. Mataku masih berkutat pada dua whiteboard kembar. Si dosen pun masih asik menulis sambil berbicara tentang apa yang di ajarkan. Tak hentinya coretan demi coretan menghampar di kertas binder, dan akhirnya kertasku pun habis juga.
Langganan:
Postingan (Atom)


