![]() |
Sesak hati ini tiap kali mendengar namanya.
Sesak hati ini apabila mendengar suaranya.
Sesak hati ini jika tercium aroma tubuhnya.
Sesak hati ini pabila melihat sosoknya.
Sesak hati ini mendamba cinta darimu.
Kau mungkin tak tahu sejak kapan rasa ini muncul. Mungkin aku juga tak tahu kenapa rasa ini menyerangku tiba tiba dan teringat olehmu. Berulang kali hatiku berkata “Aku tak mudah jatuh hati pada sembarang orang”.
Dibandingkan dengan yang lainnya, Kau spesial. Ibarat makanan, rupamu tak terlalu indah dilihat. Tapi disaat aku mencicipi cita rasanya. Tak bisa diungkapkan dengan kata kata. Ya, mungkin kata kata yang kutulis ini memang picisan, bahkan murahan. Namun aku tak peduli. Semua orang berhak jatuh cinta. Entah pada tuhannya sendiri, orang tua, istri, bahkan teman sekalipun.
“I Love You.” Aku merunduk dan berbisik pelan di sudut ruangan.
Kau mungkin tak tahu hal ini. Seseorang pernah menanyakanku tentang orang yang memang kusuka. Tapi aku hanya menjawab tidak. Aku takut. Aku berbohong.
Yang ada dalam pikiranku hanya “namamu” dan kata “tidak”. Terpaksa aku memilih kata tidak.
Cintaku padamu terlampau besar
Namun aku tak bisa menyatakan walau 1/3 nya.
Akhirnya cintaku terbang tinggi
Melayang bebas mencari pujaan hati yang lain
Aku tak mau mengejar.
Sebenarnya aku bisa!
Tapi tak ingin
Aku takut menyakiti cinta, lagi dan lagi.
Cinta itu suci.
Tak akan kubiarkan ternoda sama sekali.
Hingga tiba waktunya,
ketika cinta itu harus disentuh
Aku hanya terdiam.
Lalu, cinta itu terbang lagi
Kini aku berusaha mengejarnya agar tak lepas kembali.
Tapi apa daya,
Cintaku menghilang, Dan sekarang tak punya cinta sama sekali.
Tak terasa sudah satu tahun sudah
Aku kehilangan cinta.
Hebatnya, hanya cinta itu yang kupunya,
dan satu satunya.
Tak ada yang lain.
Di pojok kamar nan sesak ini.
Aku menunggu cintaku kembali.
Tetap diam disini.
Menunggumu sampai
Mati.
Bekasi, 14.07.11

Tidak ada komentar:
Posting Komentar