Sabtu, 14 Mei 2011

Puisi - PENYATU HATI

Dia, Sang penyatu hati


Rintik hujan menari nari di luar jendela.
Dentingan piano tak lagi menyapa.
Senar gitarku kehilangan nadanya.
Disini hanya ada kesepian yang ada.
Entah harus berapa lama berkawan dengannya.

Kutulis ini pada malam minggu.
Disaat remaja berkuasa,
aku tak punya segenggam tenaga.
Mereka kuat, serasa malam ini milik mereka.

Tahukah kau, kawan?
Betapa tak menyenangkan menjadi orang lain.
Aku lewati semuanya sendiri.
Pahit dan manis harus kutelan bersama.
Mereka  terbahak bahak, aku hanya tersenyum.
Mereka tertawakanku, kuterima itu.
Apakah aku harus kembali menjadi orang lain,
Untuk membalas apa yang mereka telah beri padaku?

Tahukah kau, kawan?
Betapa menyenangkan punya sahabat.
Mungkin kau belum pernah menjadi diriku.
Merasakan yang kurasakan.
Sendiri,
Sepi,
Dikhianati,
Dicaci maki.
Kau ingin dengar semua jeritan hatiku, kawan?

Seseorang pernah berkata padaku.
“Apakah gunanya teman jika tidak dipakai sebaik mungkin?”
Terdengar aneh bagiku.
Apakah persahabatan itu sebuah tameng?
Mereka bilang,
Lihatlah dunia ini. Jelajahilah!
Sesungguhnya kau mengetahui arti persahabatan,
Jika kau beranjak dari kursi komputermu.

Dia juga berkata.
Hidup itu seperti permainan.
Terkadang menang, terkadang kalah.
Manusia tak dilahirkan sebagai pecundang.
Pernahkah kau menghitung berapa banyak kegagalan yang kau temui?
Dan bandingkan dengan semua kesempatan yang pernah kau raih sampai saat ini.
Kau termasuk manusia yang beruntung.
Hanya saja kau terlalu banyak mengeluh.
Bukalah pintu hatimu, kawan.

Aku selalu mengingat kata kata itu.
Dikala sepi bergumul.
Sekarang, mungkin sosoknya sudah tak ada.
Namun jiwanya tetap bersemayam disampingku.
Melewati semua rintangan bersama.
Selalu.


Bandung, 14.05.11

4 komentar:

  1. huwaaaaa..keren banget!
    apik banget tatanannya.
    :D

    BalasHapus
  2. senang membaca puisinya...dibawa ke dunia yang aneh...berteman dengan sepi, kenyataannya sepi memang teman setia semua manusia dikala tidak ada rasa lain yang peduli dengan diri.

    oh ya, kalo ada waktu follow ku balik ya teman

    BalasHapus
  3. @kak noel
    iya, makasih. Salam kenal juga kak.

    @cris
    Thanks cris. Makasih atas pujiannya. :D

    @Budak melayu
    oke, sudah ku follow. Makasih udah komen.

    BalasHapus