![]() |
Memori tentangnya kuhapus perlahan di kala senyap.
Ku bersitegang sendiri di ruang pengap.
Menikmati temaram di saat gelap.
Aku suka dia, dan kautak harus tahu.
Tetap kusimpan sampai benih benci itu tumbuh.
Jangan tanya keadaanku saat ini.
Raga berkata bahagia, namun hati merasa nestapa.
Jangan salahkan semua keadaan.
Toh, kau juga yang memulai semua.
Kau yang memulai, kau yang mengakhiri.
Aku hanya tersenyum padamu dari kejauhan,
menangapi semua jawaban dari benak dalam kepalamu.
Ya, inilah aku yang sekarang,
Tak perlu datang lagi.
Tak perlu usik lagi.
Tak perlu sentuh lagi.
Bersenang senanglah disana.
Keadaanku sudah baik sekarang.
Karena telah melupakan dirimu seutuhnya.
Kau ajariku benci.
Kau ajariku sulit.
Kau menjadi tempat ternyaman.
Kau ajariku semua hal.
Maaf, semua kuhapus diam diam.
Aku ingin kembali.
Seperti disaat bertemu denganmu.
di hari itu.
Aku sayang kamu. Aku benci kamu.
Sayang, tapi ku bukanlah si bodoh,
yang mempermainkan hatiku dari waktu ke waktu.
Bandung, 15.9.11

bagus :D
BalasHapus